Sumber Global Energy Raih Kontrak Ekspor Batu Bara Bangladesh

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:58:33 WIB
Sumber Global Energy Raih Kontrak Ekspor Batu Bara Bangladesh

JAKARTA - Di tengah dinamika pasar energi global yang terus bergerak, peluang ekspor batu bara dari Indonesia kembali menunjukkan geliatnya. 

Kali ini, PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) mengamankan kontrak besar dari Bangladesh dengan nilai mencapai US$71,5 juta atau setara Rp1,2 triliun. 

Kesepakatan ini menandai langkah lanjutan perseroan dalam memperluas penetrasi pasar internasional, khususnya di kawasan Asia yang masih membutuhkan pasokan energi berbasis batu bara untuk menopang sektor kelistrikan.

Kontrak tersebut mencakup pengiriman batu bara dalam jumlah signifikan, sekaligus mempertegas posisi SGER sebagai salah satu pemasok energi yang aktif di pasar regional. 

Di tengah transisi energi yang terus didorong banyak negara, permintaan terhadap batu bara untuk pembangkit listrik baseload di sejumlah negara berkembang masih terjaga.

Kontrak Ekspor Bernilai Triliunan Rupiah

SGER menyampaikan telah memperoleh kontrak pengiriman batu bara sebesar US$71,5 juta atau setara dengan Rp1,2 triliun dari Bangladesh. Dalam perjanjian tersebut, SGER akan mengirimkan 1 juta metrik ton batu bara.

Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas mengatakan SGER mendapatkan kontrak sebanyak 1 juta metrik ton (MT) batu bara, dan akan dikirim dalam jangka waktu 6 bulan. Adapun, nilai kontrak yang diperoleh SGER mencapai US$71,5 juta atau setara dengan Rp1,2 triliun.

“Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya ekspansi perusahaan dan kapasitasnya dalam mendukung proyek infrastruktur ketenagalistrikan berskala besar, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi di Bangladesh,” kata Welly.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kontrak ini bukan sekadar transaksi dagang biasa, melainkan bagian dari kontribusi terhadap proyek strategis di sektor ketenagalistrikan Bangladesh. 

Pengiriman dilakukan secara bertahap selama enam bulan, memastikan pasokan bahan bakar tetap terjaga sesuai kebutuhan operasional pembangkit listrik.

Dukungan Untuk Pembangkit Listrik Strategis Bangladesh

Batu bara yang dikirim SGER akan digunakan untuk sektor pembangkit listrik di Bangladesh yang dioperasikan oleh RNPL. RNPL merupakan perusahaan patungan antara perusahaan milik negara Bangladesh, yaitu Rural Power Company Limited, dan NORINCO International Cooperation Limited dari China.

Entitas tersebut dibentuk untuk mengembangkan dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Patuakhali berkapasitas 1.320 MW. Fasilitas ini merupakan pembangkit beban dasar atau baseload yang strategis dan menjadi bagian penting dari jaringan listrik nasional Bangladesh.

Dengan kapasitas sebesar 1.320 MW, PLTU Patuakhali memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional. Kebutuhan batu bara dalam jumlah besar menjadi konsekuensi logis dari operasional pembangkit skala besar tersebut. Di sinilah peran SGER sebagai pemasok menjadi signifikan, karena turut menopang keberlanjutan produksi listrik di negara tersebut.

Kontrak ini sekaligus menunjukkan bahwa batu bara Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik di negara-negara yang masih mengandalkan energi fosil sebagai sumber utama kelistrikan.

Peluang Pasar Asia Masih Terbuka Lebar

Welly melanjutkan bahwa dengan adanya kontrak batu bara ke Bangladesh, hal ini akan meningkatkan pendapatan SGER dan menjadi bukti bahwa pasar batu bara masih terbuka luas, terutama di negara-negara Asia.

“Ke depan tidak menutup kemungkinan SGER akan merambah pasar lain,” ujar Welly.

Pernyataan tersebut menggambarkan optimisme manajemen terhadap prospek ekspor batu bara. Kawasan Asia masih menjadi pasar potensial, mengingat sejumlah negara di wilayah tersebut masih mengembangkan infrastruktur kelistrikan berbasis batu bara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi.

Bangladesh menjadi salah satu contoh negara yang terus memperkuat kapasitas pembangkit listriknya. Dengan kebutuhan energi yang meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas industri, pasokan batu bara tetap menjadi komponen penting dalam bauran energi mereka.

Keberhasilan memperoleh kontrak bernilai triliunan rupiah ini juga berpotensi membuka peluang kerja sama lanjutan, baik dengan mitra yang sama maupun dengan negara lain yang memiliki kebutuhan serupa.

Diversifikasi Sumber Pendapatan Perseroan

Selain ekspor batu bara ke Bangladesh, SGER sebelumnya juga telah mengirim batu bara ke sejumlah negara Asia lainnya. Beberapa di antaranya adalah China, India, Malaysia, Laos, Filipina, dan Vietnam. Jejak ekspor tersebut menunjukkan jangkauan pasar SGER yang telah tersebar di berbagai negara.

Tak hanya mengandalkan batu bara, SGER juga memperoleh pendapatan dari lini bisnis lainnya. Per September 2025, SGER membukukan pendapatan dari penjualan nikel sebesar Rp695,14 miliar. Selain itu, pendapatan dari penjualan produk kelapa sawit tercatat senilai Rp469,76 miliar, serta pendapatan kokas minyak bumi sebesar Rp7,47 miliar.

Diversifikasi ini menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan di tengah fluktuasi harga komoditas. Dengan portofolio bisnis yang mencakup batu bara, nikel, produk kelapa sawit, hingga kokas minyak bumi, perseroan memiliki beberapa sumber pendapatan yang saling melengkapi.

Kontrak ekspor ke Bangladesh bernilai Rp1,2 triliun menambah daftar proyek internasional SGER dan berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan dalam periode mendatang. Di sisi lain, keberlanjutan permintaan dari negara-negara Asia memperlihatkan bahwa pasar batu bara regional masih menyimpan potensi besar.

Dengan pengiriman 1 juta metrik ton dalam enam bulan, SGER mempertegas perannya sebagai pemain aktif dalam rantai pasok energi lintas negara. Kontrak ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperkuat reputasi perusahaan dalam mendukung proyek ketenagalistrikan berskala besar di kawasan Asia.

Terkini