JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyatakan dukungannya terhadap program Presiden Prabowo Subianto, Gentengisasi.
Program ini bertujuan mengganti atap rumah tradisional dengan genteng modern di seluruh Indonesia. SMF menyambut baik inisiatif tersebut karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menyampaikan pihaknya masih menunggu arahan teknis dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Penjelasan tersebut penting agar SMF dapat memahami cakupan dan skema pelaksanaan program Gentengisasi. Koordinasi dengan kementerian teknis menjadi langkah awal sebelum SMF mengambil langkah lebih lanjut.
Ananta menegaskan bahwa sebagai lembaga pembiayaan sekunder perumahan, SMF akan selalu mengikuti arahan dan kebijakan kementerian teknis. Hal ini memastikan semua langkah yang diambil sesuai mandat kelembagaan. Prinsip ini menjadi pedoman dalam mendukung setiap program pemerintah yang berfokus pada hunian masyarakat.
Koordinasi Teknis dengan Kementerian PKP
SMF menekankan pentingnya kejelasan desain kebijakan Gentengisasi sebelum pelaksanaan. Tanpa rincian teknis, implementasi program dapat menghadapi hambatan. Karena itu, koordinasi dengan PKP dilakukan agar SMF memahami keseluruhan mekanisme dan peran yang harus dijalankan.
"Gentengisasi itu baru diluncurkan, ya. Kita koordinasi dulu sama PKP. Maksudnya Gentengisasi itu apa? Apa semuanya digentengin? Saya juga belum dapat informasi jelas," kata Ananta.
Ia menegaskan klarifikasi dengan PKP akan menjadi langkah awal sebelum program dijalankan. SMF pada prinsipnya siap mendukung program ini setelah arahan teknis diperoleh.
Ananta menambahkan, langkah koordinasi juga penting untuk memastikan setiap tahapan Gentengisasi dapat dijalankan efektif. Pihaknya akan menyesuaikan skema pembiayaan dengan desain kebijakan kementerian. Dengan demikian, implementasi program di lapangan dapat berlangsung sesuai rencana.
Tujuan dan Manfaat Gentengisasi
Program Gentengisasi bertujuan mengganti atap rumah tradisional dengan genteng modern agar lebih indah dan nyaman. Penggunaan bahan genteng alami diyakini lebih sejuk dibandingkan material logam. Selain itu, program ini diharapkan meningkatkan kualitas hunian sekaligus menambah nilai estetika bangunan di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo menekankan bahwa gerakan Gentengisasi bukan hanya soal keindahan. Kegiatan ini juga berfokus pada kenyamanan masyarakat dan pengurangan penggunaan atap seng yang berkarat. Program ini diharapkan membawa dampak positif bagi lingkungan hunian dan kesejahteraan warga.
Prabowo juga menjelaskan bahwa gerakan ini akan melibatkan koperasi dan industri lokal. Pabrik genteng akan dilengkapi untuk mendukung produksi massal. Hal ini sekaligus memberikan kesempatan bagi industri lokal untuk berkembang dan menyerap tenaga kerja.
Teknis Produksi dan Material Genteng
Prabowo menyebut bahan baku genteng akan tetap mengandalkan tanah dicampur limbah industri agar lebih kuat dan ringan. Hasil riset para ahli menunjukkan limbah batu bara atau fly ash dapat meningkatkan kualitas genteng. Pendekatan ini memastikan produk akhir memiliki daya tahan yang baik dan tetap ramah lingkungan.
Penggunaan material ini juga menjadi solusi bagi atap rumah yang sebelumnya menggunakan seng berkarat. Atap berkarat dianggap simbol kemunduran dan menurunkan nilai estetika bangunan. Dengan genteng modern, tampilan rumah lebih rapi dan menarik, sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuninya.
SMF akan menyesuaikan skema pembiayaan agar produksi genteng dapat berlangsung efisien. Pendanaan akan diarahkan pada koperasi dan produsen lokal yang terlibat. Tujuannya agar program Gentengisasi berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Harapan Presiden dan Dampak Sosial
Prabowo menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, pemandangan atap seng berkarat di rumah-rumah warga mulai hilang. Hal ini juga menjadi bagian strategi untuk menarik wisatawan ke Indonesia.
Menurutnya, genteng yang rapi dan tahan lama dapat meningkatkan nilai estetika kota dan desa sekaligus menambah kebahagiaan rakyat.
"Turis dari luar, untuk apa dia datang melihat seng berkarat? Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," tegas Prabowo.
Pernyataan ini menunjukkan tekad pemerintah dalam memajukan kualitas hunian dan memperindah lingkungan.
SMF berharap program Gentengisasi menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah dan industri perumahan. Dukungan pembiayaan yang tepat akan memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan efektif.
Dengan koordinasi yang baik, Gentengisasi diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, industri lokal, dan lingkungan.